Iklan

Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris 20% pasien mengalami Sindrom Long COVID-19 yaitu gejala sisa antara 4 hingga 11 minggu, dan 10% bahkan masih merasakan gejala sisa hingga lebih dari 12 minggu. Tingginya angka kejadian Long COVID-19 di Inggris mungkin disebabkan populasi yang terinfeksi COVID-19 rata-rata berusia tua. Di Indonesia belum ada data tentang hal ini. Karena populasi lebih muda kemungkinan kejadian Long COVID-19 di Indonesia lebih sedikit.

Iklan

Lalu apa yang disebut Long itu? Apa saja gejalanya? Apakah Long COVID-19 berbahaya? Apakah masih menular?

Beberapa Gejala dari Long

Sindrom Long Covid-19Long COVID-19, yang disebut juga long-haul atau long-tail, adalah istilah yang digunakan orang-orang untuk menjelaskan jika seseorang mengidap gejala lebih dari dua minggu. Hal ini telah ditetapkan oleh WHOCatatan [1] secara resmi dan mengartikan jika beberapa orang membutuhkan waktu yang lebih lama bagi virus tersebut. Agar berhenti menimbulkan gangguan pada tubuh seseorang.

Beberapa pengidap penyakit yang disebabkan oleh ini dapat mengalami masalah yang mungkin lebih parah dari beberapa gejala yang umum timbul, seperti batuk terus-menerus, demam, hingga hilangnya kemampuan untuk mengecap atau mencium bau. Meski begitu, gejala ini tidak dianggap menular kepada orang lain, hanya saja masalah yang dirasakan dapat terjadi dalam waktu yang lama. Berikut ini beberapa gejala dari long COVID-19:

Gejala yang Ringan Long

Seseorang yang mengidap masalah ini dapat merasakan gejala yang ringan dan juga berat. Beberapa gejala yang timbul saat mengalami gangguan yang ringan adalah kelelahan, sesak napas, nyeri otot, nyeri sendi, kehilangan ingatan dan konsentrasi, hingga depresi.

Gangguan ini dapat menyebabkan beberapa orang kesulitan untuk menjalani aktivitas hariannya. Maka dari itu, jika kamu mengalami sesak napas dalam waktu yang lama, batuk yang sulit sembuh, hingga nyeri sendi dan otot, ada baiknya untuk memeriksakan diri agar dapat menghindari masalah yang lebih besar.

Gejala yang Lebih Parah Long

Hal lainnya yang harus kamu tahu adalah sekitar 10–15 persen kasus dari gejala long ini dapat berkembang menjadi penyakit berat di mana 5 persen menyebabkan sakit kritis. Disebutkan jika terjadi penurunan kapasitas fisik saat berolahraga dan tingkat kesehatan, yang secara signifikan lebih berisiko tinggi terhadap seseorang yang pernah mengidap SARS dalam 24 bulan terakhir.

Beberapa gangguan parah yang dapat terjadi, antara lain:

  • Jantung: Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung.
  • Paru-Paru: Kamu juga dapat mengalami kerusakan jaringan paru-paru dan gagal paru restriktif disebabkan oleh yang terjadi dalam jangka panjang.
  • Otak dan sistem saraf: Masalah lainnya yang dapat terjadi pada otak dan sistem saraf adalah kehilangan indra penciuman (anosmia), masalah yang berhubungan dengan tromboemboli, seperti emboli paru, serangan jantung, dan stroke, hingga gangguan kognitif.
Baca juga :  52 Kabupaten Kota Zona Oranye ke Zona Merah

Lalu, apa yang menyebabkan beberapa orang mengalami gejala yang lebih lama?

Dikutip dari King’s College LondonCatatan [2], seseorang yang mengidap penyakit ini dan dirawat di rumah sakit membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih sepenuhnya. Meski begitu, semakin banyak bukti yang menunjukkan jika beberapa orang memiliki gejala yang relatif ringan dan dirawat di rumah juga bisa mengalami long COVID-19. Gangguan ini meliputi kelelahan yang luar biasa, jantung yang terus berdebar-debar, nyeri otot, hingga kesemutan.

Namun, hal yang perlu diketahui adalah setiap orang yang mengidap Catatan [3] dapat merasakan gejala yang berbeda. Maka dari itu, kamu bisa memastikan jika gejala yang dirasakan benar berhubungan dengan long COVID-19.

Content Protection By Dmca.com

Referensi Centro Net Malang

Referensi Centro Net Malang
1 Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization)
2 King’s College London adalah sebuah universitas berbasis penelitian yang terletak di London, Inggris. Edward Byrne AC adalah presiden dan profesor utama di King’s College London. King’s College London adalah salah satu 10 universitas Inggris terbaik versi Peringkat universitas dunia QS 2020.
3 COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia.

Dapatkan pembaharuan via email ketika halaman ini telah diperbarui

Pos Ketentuan Penolakan

Informasi yang terkandung dalam posting ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Sindrom Long COVID-19 dan sementara kami berusaha untuk menjaga informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan sehubungan dengan situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terkandung di pos untuk tujuan apa pun.

Warnet Centro Game Online

Info Tambahan

Apakah artikel ini membantu ?
YaTidak
Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini